TUGAS 1

PERANCANGAN APLIKASI SEWA BUSANA ACARA BERBASIS WEB


Latar Belakang

Penyewaan busana adalah salah satu kegiatan penawaran jasa yang sering dilakukan oleh banyak orang. Selama ini, jika kita ingin menyewa busana acara, kita harus pergi ke tempat penyewaan. Dan melakukan semua kegiatan penyewaan secara tradisional. Di zaman yang serba memakai teknologi ini, hal tersebut agaknya sudah mulai ditinggalkan dan digantikan dengan penawaran jasa yang sama, namun sudah berbasis online atau website.

1. Sistem yang sedang berjalan dan sistem yang diusulkan

a. Sistem yang sedang berjalan
Sistem berjalan merupakan salah satu tahap untuk menganalisis suatu sistem akankah sesuai dengan tujuan utama sistem itu sendiri yaitu mempermudah user sistem. Analisis sistem sedang berjalan didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem yang utuh menjadi komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan yang terjadi.
Pada sistem ini, biasanya costumer datang langsung ke ke tempat penyewaan. Lalu, costumer akan memilih busana yang ingin disewa, mulai menyewanya dan membayar uang sewa secara langsung.

Gambar. Flowchart Sistem yang sedang berjalan

b. Sistem yang diusulkan
Sistem Usulan adalah penguraian suatu sistem informasi yang sudah utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan tujuan dapat menidentifikasi dan menevaluasi berbagai macam permasalahan maupun hambatan yang terjadi pada sistem sehingga nantinya dapat dilakukan perbaikan atau pengembangan.
Pada sistem ini, akan dijabarkan sistem yang diusulkan, yaitu mengembangkan sistem tradisional yang sedang berjalan saat ini menjadi sistem yang berbasis teknologi, yaitu berbasis web. Costumer cukup membuka website tempat penyewa pakaian dan memilih busana yang ingin disewa, melakukan penyewaan, mengisi data pribadi dan membayar uang sewa

Gambar. Flowchart Sistem yang diusulkan

2. Analisis Kebutuhan

Analisa kebutuhan fungsional adalah analisa mengenai fitur-fitur apa saja yang akan di terapkan pada perancangan aplikasi sewa pakaian acara berbasis web ini. Fitur-fitur tersebut antara lain :
1. Sistem dapat menampilkan menu utama
2. Sistem dapat menampilkan galeri busana yang dapat disewakan
3. Sistem dapat menampilkan form penyewaan
4. Sistem dapat menyimpan data dari form penyewaan
5. Sistem dapat konfirmasi pembayaran
6. Sistem dapat mengelola bukti pembayaran
7. Sistem dapat membuat akun baru untuk costumer
8. Sistem dapat menampilkan profil costumer
9. Sistem dapat mengelola informasi identitas costumer
10. Sistem dapat mengelola sistem booking
11. Sistem dapat mengelola arsip berkas
12. Sistem dapat mengelola laporan penyewaan

3. Model Pengembangan Perangkat Lunak


Model yang kami gunakan dalam pengembangan perangkat lunak adalah Model Waterfall. Waterfall adalah pendekatan SDLC paling awal yang digunakan untuk pengembangan perangkat lunak. Hal ini juga disebut sebagai model SDLC linear-sekuensial. Hal ini sangat sederhana untuk memahami dan menggunakanya dalam mengimplementasikan sebuah sistem. Dalam Model Waterfall, setiap tahap harus berurutan, dan tidak dapat meloncat ketahap berikutnya, harus menyelesaikan tahap pertama baru lanjut ke tahap ke dua dst. Langkah-langkah Waterfall SDLC Pendekatan Waterfall digunakan secara luas dalam Pengembangan sistem, step-step nya terdiri dari :

Gambar. Model Pengembangan Waterfall.


  1. System and software requirements. Mengumpulkan kebutuhan secara lengkap untuk mengembangkan aplikasi sewa gaun, baik kebutuhan hardware dan software.
  2. Analysis. Proses penganalisisan dan pendefinisian kebutuhan yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun.
  3. Design. Desain dikerjakan setelah kebutuhan selesai dikumpulkan secara lengkap.
  4. Coding. Untuk dapat dimengerti oleh mesin. Dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding.
  5. Testing. Penyatuan unit-unit program kemudian diuji secara keseluruhan (system testing).
  6. Operation Maintenance. Mengoperasikan program di lingkungannya dan melakukan pemeliharaan, seperti penyesuaian atau perubahan karena adaptasi dengan situasi sebenarnya serta proses pemeliharaan sistem yang sudah dibangun.

4. Model Perancangan Perangkat Lunak (DFD)

a. Diagram Konteks


b. Diagram Level 0

c. Diagram Level 1
Proses 1

Proses 2

Proses 3

Proses 4

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UML (Unified Modeling Language)

Agile SDLC